Peran Teknologi Informasi dan Media dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

 Oleh, Nur Afni Safarina

Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya. 

Abstrak

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa dampak positif bagi kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, teknologi informasi menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien serta menyenangkan. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral pendidikan juga tak luput dari sentuhan  teknologi informasi dalam pelaksanannya. Melalui layanan  bimbingan dan konseling, peserta didik dibantu untuk mencapai tugas perkembangannya secara optimal. Teknologi informasi berperan dalam melahirkan media serta metode pembelajaran yang variatif dan inovatif. Disisi lain, beragam jenis media yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling seperti poster, papan buletin, modul, audio, serta video interaktif menjadikan layanan bimbingan dan konseling lebih menarik bagi peserta didik. Selain itu, pemanfaatan media dalam layanan bimbingan dan konseling juga membantu Guru BK dalam mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga dalam pemberian layanan. Maka dari itu, penting bagi Guru BK untuk menguasai keterampilan dasar mengenai teknologi informasi dan media sehingga peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling dapat tercapai.

Kata Kunci: bimbingan dan konseling, teknologi informasi, media

Abstract

The rapid development of technology has gave a positive impact on human life. In the field of education, information technology makes the learning process more effective, efficient and enjoyable. Guidance and counseling as an integral part of education also use the  information technology in their implementation. Through guidance and counseling services, students are assisted to achieve their optimal development tasks. Information technology has a role in creating varied and innovative media and learning methods. On the other hand, the various types of media that used in guidance and counseling services such as posters, bulletin boards, modules, audio, and interactive videos make guidance and counseling services more attractive to students. In addition, the use of the media in guidance and counseling services also helps counseling teachers in overcoming the limitations of space, time and personnel in service. Therefore, it is important for counseling teachers to learn the  basic skills of information technology and media so that the improvement in the quality of guidance and counseling services can be achieved.

Keywords: guidance and counseling, information technology, media  

PENDAHULUAN

Latar belakang

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa dampak positif bagi hampir semua bidang kehidupan manusia.  Salah satu bidang kehidupan manusia yang menempatkan teknologi sebagai bagian penting dalam proses dan program kerjanya ialah bidang pendidikan. Dalam konteks pendidikan, teknologi informasi berperan  sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral pendidikan juga tak luput dari sentuhan  teknologi informasi dalam pelaksanannya. Melalui layanan bimbingan dan konseling, peserta didik dibantu untuk mencapai tugas perkembangannya secara optimal, hal tersebut dapat diraih apabila didukung oleh Guru BK / Konselor yang profesional di bidangnya, dukungan sistem yang memadai, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Teknologi informasi mengambil peran penting dalam  terlaksananya layanan bimbingan dan konseling, baik dalam hal penyampaian layanan kepada peserta didik, maupun dalam hal pengolahan data terkait need-assesmen peserta didik. Teknologi informasi berperan dalam  melahirkan media serta metode pembelajaran yang variatif dan inovatif, seperti pemanfaatan media-media pembelajaran berbasis multimedia, e-learning serta pemanfaatan beberapa aplikasi komputer dalam pembelajaran. Teknologi informasi juga menyediakan situs-situs internet dengan berbagai materi pelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik secara gratis maupun berbayar.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran juga ikut berkembang. Hal ini ditandai dengan semakin bervariasinya jenis – jenis media pembelajaran, termasuk media bimbingan dan konseling. Media poster, papan buletin, modul, audio, serta video interaktif merupakan sedikit contoh dari berbagai macam media yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling, selain berperan sebagai sarana penyampaian informasi, juga memiliki banyak kegunaan lain. Seperti membantu Guru BK dalam mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga. Menjadikan layanan bimbingan dan konseling lebih menarik dan interaktif serta menentukan kualitas layanan BK.

PEMBAHASAN

Peran Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Menurut Atler (Lindra, 2012:14) “Teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu sejumlah tugas pemrosesan data seperti mentranmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau mengaplikasikan data”.  Syahul (Setiawan, 2016:46) “Istilah TI mencakup hardware dan software komputer, suara, data, jaringan, satelit dan teknologi komunikasi lainnya termasuk didalamnya perangkat-perangkat pengembangan aplikasi dan multimedia”. Teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang disiapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis, mikro komputer, komputer mainframe, pembacaan barcode, perangkat lunak pemproses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi (Lucas dalam Lindra, 2012:15).

Berdasarkan  pengertian – pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan bentuk teknologi yang mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berguna untuk untuk melaksanakan sejumlah tugas pemrosesan data seperti mentransmisikan, menyimpan, mengambil, serta memanipulasi atau mengaplikasikan data secara elektronik.

Pelayanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi informasi  dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kompetensi Guru BK sebagai usaha untuk menunjang kinerja profesional dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling.. Efisiensi serta efektifitas yang ditawarkan oleh teknologi informasi selayaknya menjadi pertimbangan yang mendorong peningkatan peranan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik (Sumarwiyah & Zamroni, 2017). Sehingga Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan peserta didik.

Peranan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling, diantaranya mempermudah dalam merencanakan dan merancang pelayanan bimbingan dan konseling, memproses data terkait pelayanan bimbingan dan konseling, menciptakan aplikasi dalam membantu pelayanan bimbingan dan konseling, mengolah data pelayanan bimbingan dan konseling, serta hal lain yang menyangkut  terlaksananya bimbingan dan konseling yang efektif (Setiawan, 2017). 

(Sumarwiyah & Zamroni, 2017)Untuk mencapai hal tersebut, Guru BK diharapkan dapat menguasai keterampilan dasar dalam menggunakan teknologi informasi.  Keterampilan dasar yang harus dikuasai antara lain :

a.       Word Processing / Publication Desktop untuk menciptakan dokumen layout menarik.

b.       Menciptakan laporan berkala visual menarik, efektif menggunakan grafik, inovatif dan menarik.

c.        Database (dokumentasi siswa) dan Spreadsheet (tabel dan grafik).

d.       Presentasi Multimedia.

e.        Sumber daya elektronik dan internet, yaitu: a) Membuat, mengirim, menerima e-mail, b) Daftar, ambil bagian diskusi elektronik ( Milis atau mailing list ), c) Mencari, menyaring informasi di internet, d) Mampu menggunakan search Engine, e.) Mampu melakukan obrolan ( chatting )

(Sumarwiyah & Zamroni, 2017) Produk teknologi informasi yang umumnya dipakai dalam bimbingan dan konseling adalah berbagai program komputer yang dapat dijadikan sebagai alat bantu pelayanan. Baik yang sifatnya sebagai pengolah data maupun sebagai media pelayanan langsung untuk peserta didik. Beberapa program yang digunakan antara lain sebagai berikut :

a.       Power Point

Program power point biasanya digunakan untuk menyusun materi presentasi materi layanan bimbingan dan konseling. Baik yang sifatnya ice breaking maupun materi yang perlu dipahami dan dikuasai peserta didik.

b.       Video player dan media interaktif lain

Video seringkali menjadi media pembelajaran yang paling disukai oleh para peserta didik. Materi layanan yang disajikan dalam bentuk video yang menarik akan lebih mudah dipahami dan dikuasai peserta didik.

c.        Microsoft Excel

Microsoft Excel biasanya digunakan dalam mengolah dan menganalisis data sebagai sumber informasi utama dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Beberapa produk yang menggunakan excel sebagai basis utamanya antara lain ialah pengolah data DCM, Sosiometri, dan AUM PTSDL.

d.       Aplikasi dengan Software Developer lain.

Selain dengan perangkat program Excel, telah disusun pula program pendukung BK yang lain, salah satunya program sociogram. Program ini adalah pengolah data yang membantu konselor dalam membuat sisogram atau grafik sosiometri dari interaksi individu dalam kelompok.

(Sumarwiyah & Zamroni, 2017)Secara umum, pemanfaatan teknlogi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Sedangkan secara lebih spesifik, bimbingan dan konseling memiliki tujuan sebagai berikut :

1.       Memudahkan konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.

2.       Sebagai alat bantu bagi Guru BK dan peserta didik dalam upaya melakukan investigasi tentang minat, bakat, pilihan – pilihan karir, statistik pekerjaan, serta jenis pendidikan lanjutan yang dibutuhkan untuk memperoleh capaian karir tertentu.

3.     Membantu siswa dalam mencapai kesadaran diri, melakukan eksplorasi diri, dan mengembangkan keterampilan dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

4.      Meningkatkan minat atau daya tarik siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling.

5.    Mempermudah akses siswa dalam memperoleh layanan bimbingan dan konseling serta berbagai sumber informasi penting terkait pengembangan diri.

Peran Media dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Istilah media berasal dari bahasa Latin “medius” dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar” (Basri, 2010). National Education Association mendefinisikan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual dan peralatannya, sehingga dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca. Dalam aplikasinya di bidang pendidikan, media menurut Gagne berkaitan dengan berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Sedangkan, Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar, contohnya buku, film, rekaman dan lain sebagainya (dalam Sadiman dkk, 2009).

Dalam konteks bimbingan dan konseling, berdasarkan Sujiono (dalam Irawan, 2015), media merupakan suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi siswa/konseli tertarik pada layanan bimbingan dan konseling, serta untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan dalam keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan bimbingan dan konseling (Nursalim, 2013).

Media bimbingan dan konseling meruapakan sarana yang digunakan oleh Guru BK untuk menyalurkan pesan atau informasi kepada peserta didik yang bertujuan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik  sehingga mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik (Mutmainnah1 et al., 2017). Beberapa jenis media yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam penyampaian informasi terkait layanan bimbingan dan konseling adalah media auditif (radio, tape), media visual (gambar, foto) dan media audio-visual (film bersuara).

Berikut ini klasifikasi media dalam beberapa kelompok :

1.       Kelompok Media Grafis, Bahan Cetak dan Gambar Diam

a.       Media Grafis

Merupakan media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol atau gambar. Contohnya,  grafik, diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, dan buletin board atau papan buletin.

b.       Media Bahan Cetak

Media visual yang pembuatannya melaluin proses pencetakan/printing atau offset. Pesan yang disajikan berupa huruf dan gambar yang diilustrasikan untuk memperjelas isi pesan. Contohnya, buku teks, modul, dan bahan pengajaran terprogram (paket program pengajaran individu)

2.       Kelompok Media Proyeksi Diam

Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan.

a.       Media OHP dan OHT

        OHT (Overhead Transparancy) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector).

b.       Media Opaque Projektor

        Merupakan media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan-bahan yang tak tembus pandang seperti: buku, foto, serta gambar dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D), selain itu media opaque projector juga dapat memproyeksikan film bingkai atau slide tetapi tidak dilengkapi dengan suara.

c.        Media Slide

Merupakan media visual yang dapat diproyeksikan dengan alat yang dikenal dengan proyektor slide. Biasanya film bingkai atau slide terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai karton atau plastik. Sebuah film slide biasanya terdiri dari beberapa bingkai yang banyaknya disesuaikan dengan bahan atau materi yang akan disampaikan.

d.       Media Filmstrip

Merupakan media visual yang diproyeksikan seperti film slide hanya saja terdiri dari atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan (ujung yang satu dan lain berkaitan).

3.       Kelompok Media Audio

Media audio adalah media yang penyampaian pesanya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect.

a.       Media Radio

c.        Merupakan media audio yang dipancarkan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar.

b.       Media Alat Perekam Pita Magnetik

Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio.

4.       Kelompok Media Film (Motion Pictures)

Film adalah serangkaian gambar diam (still picture) yang meluncur secara tepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan pesan audio visual dan gerak sehingga memberikan kesan yang impresif bagi pemirsanya.

5.       Kelompok Multimedia

Multimedia merupakan suatu sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audiovisual.

6.       Kelompok Media Objek

Media objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya, susunannya, warnanya, fungsinya, dan sebagainya.

7.       Kelompok Media Interaktif

Merupakan media yang mengharuskan siswa/konseli untuk berinteraksi dengan media secara langsung dan aktif. Misalnya menjawab soal dari bahan belajar berprogram, penggunaan simulator, komputer, laboratorium bahasa, dan permainan pendidikan, simulasi dan sejenisnya. (Prasetiawan, 2017)

Dalam layanan bimbingan dan konseling, media mempunyai manfaat atau kegunaan sebagai berikut :

1.      Memperjelas maksud isi pesan yang ingin disampaikan.

2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra.

3.      Menjadikan proses layanan bimbingan dan konseling lebih menarik dan interaktif sehingga mendorong minat dan sikap positif siswa.

4.      Menyamakan pengalaman dan persepsi yang sama antara peserta didik dengan Guru BK

5.      Meningkatakan kualitas layanan bimbingan dan konseling.

PENUTUP

Simpulan

Penggunaan teknologi informasi dan media berperan penting dalam pelaksanaan layanan bimbinga dan konseling di sekolah. Teknologi informasi sebagai perangkat pemrosesan data memiliki peran penting dalam pelaksanaan layanan dan bimbingan konseling. Teknologi informasi berperan dalam melahirkan media dan  metode pembelajaran yang variatif dan inovatif, mempermudah perencanaan  pelayanan bimbingan dan konseling, serta memproses data terkait pelayanan bimbingan dan konseling. Beberapa produk teknologi informasi yang umumnya dipakai dalam bimbingan dan konseling antara lain, program power point, Microsoft excel, video player, dan  aplikasi lainnya.

Begitupun dengan penggunaan media sebagai sarana penyampaian informasi menjadikan proses layanan bimbingan dan konseling lebih efektif dan efisien. Media berperan untuk menyalurkan pesan atau informasi kepada peserta didik yang bertujuan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik  sehingga mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik. Melalui media - media yang interaktif, minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan dapat meningkat. Yang secara linear berdampak pada daya serap peserta  didik terhadap materi belajar sehingga optimalisasi potensi peserta didik dapat diupayakan agar tercapai dengan baik.

Oleh karena itu, Guru BK / Konselor diharapkan dapat menguasai keterampilan dasar dalam menggunakan teknologi informasi dan mengembangkan  media dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Selain sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi Guru BK dalam menunjang kinerja profesional penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, keduanya juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Basri, A. S. H. (2010). Peran media dalam layanan bimbingan konseling islam di sekolah. Jurnal Dakwah, 11(1), 23–41.

Mutmainnah1, A. N., Yulidah, R., & Yuniarti, S. (2017). Media Bimbingan Konseling Berbasis Hypermedia.

Prasetiawan, H. (2017). MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING. THE 5TH URECOL PROCEEDING.

Sumarwiyah, S., & Zamroni, E. (2017). Pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Sebagai Representasi Berkembangnya Budaya Profesional Konselor Dalam Melayani Siswa. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Ar-Rahman, 2(1).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya memahami “Zone of Proximal Development” (ZPD) pada Peserta Didik sebagai Bahan Pertimbangan dalam Menentukan Strategi Pembelajaran

Pemahaman Konsep Penerapan Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran Scaffolding pada ZPD dalam Pendidikan di Indonesia