Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Isu-isu Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi dan Politik yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran di Sekolah

Gambar
Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG BK Prajabatan 2023 Isu-isu penyelenggaraan pendidikan di Indonesia adalah topik-topik yang menimbulkan polemik atau permasalahan yang membutuhkan penangananan dan terjadi dalam proses penyelenggaraan pendidikan Indonesia. Polemik yang terjadi dalam proses penyelenggaraan ini bisa dilihat dari perspektif sosiokultural di sekitar peserta didik yang meliputi aspek budaya, sosial, ekonomi, dan politik. Dalam kasus yang sederhana, hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran biasanya terjadi dalam ruang lingkup kelas maupun sekolah seperti motivasi belajar, kondisi kelas yg tidak kondusif dan lain sebagainya. Dimana hambatan-hambatan bisa teratasi dengan melakukan variasi pendekatan, teknik, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia dapat dilihat secara lebih luas melalui perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik. Dari perspektif sosiokultural terseb...

Pemahaman Konsep Penerapan Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran Scaffolding pada ZPD dalam Pendidikan di Indonesia

Gambar
Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG BK Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023   Pelaksanaan pembelajaran scaffolding pada ZPD tidak hanya sebatas pada starategi pembelajaran secara berkelompok, strategi belajar tutor sebaya, hingga pemberian bimbingan dari guru/pendidik melainkan juga mengandung makna, tujuan, hingga variasi praktik pelaksanaannya dalam proses pembelajaran. Kegiatan belajar memegang makna penting dalam membangun dasar orientasi masa depan peserta didik sehingga penting untuk mengembangkan aktivitas belajar yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan (ZPD). Kegiatan belajar dapat berbentuk kegiatan-kegiatan koperatif yang mengutaman interaksi antar peserta didik dengan tidak mengenyampingkan pengembangan kompetensi peserta didik secara mandiri. Selain itu penting juga memperhatikan interaksi guru dengan peserta didik sebagai dasar terbentuknya kemampuan reflektif yang diperoleh anak dari orang yang lebih dewasa. Penting bagi seorang pendidik untuk bisa mem...

Pentingnya memahami “Zone of Proximal Development” (ZPD) pada Peserta Didik sebagai Bahan Pertimbangan dalam Menentukan Strategi Pembelajaran

Gambar
Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG Prajabatan 2023 Gelombang 1  Pemahaman perspektif sosiokultural dalam pembelajaran bermanfaat sebagai bahan dalam menentukan konten, proses, produk dan lingkungan belajar agar dapat mengakomodir perbedaan latar belakang peserta didik berdasarkan perspektif sosiokultural yang meliputi faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Meskipun begitu, kebutuhan belajar individu tidak hanya dipengaruhi latar belakang perspektif sosiokultural yang meliputi faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Melainkan juga dipengaruhi oleh zona perkembangan proximal atau Zone of Proximal Development (ZPD) yaitu pengukur tingkat perkembangan potensi belajar peserta didik. Masing-masing peserta didik memiliki zona perkembangan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kesiapan belajar dan kemampuan menerima serta mengolah materi pelajaran yang diberikan. Oleh sebab itu, guru sebagai pendidik dan pengajar perlu mempelajari konsep ZPD agar dapat mengidentifikasi kebutuha...

Refleksi Perspektif Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik dalam Pembelajaran

Gambar
  Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG Prajabatan 2023  Gelombang 1 Sebelumnya saya berpikir bahwa perspektif sosiokultural tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, setelah saya memahami lebih lanjut saya menyadari bahwa perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia, terutama dalam proses pembelajaran yakni sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan belajar peserta didik. Hal ini dikarenakan peserta didik mengembangkan kompetensi melalui berbagai pola interaksi orang dewasa-anak yang dipengaruhi oleh status sosial ekonomi (SES) berdasarkan Cultural Historical Activity Theory (CHAT). Pelaksanakan proses pembelajaran dikelas perlu memperhatikan status sosial ekonomi peserta didik. Pendidik dapat merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, budaya mereka, konteks sosial sehingga tercipta lingkungan belajar yang...

Refleksi Pendidikan dan Pengajaran menurut Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Gambaran Pembelajaran Merdeka Belajar

Gambar
Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG Prajabatan 2023 Gelombang 1 Pada awalnya, saya percaya bahwa capaian utama dalam pelaksanaan pembelajaran adalah hasil pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh peserta didik dalam bentuk skor atau nilai raport. Menurut saya pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dan metode yang sama untuk mengetahui capaian tujuan masing-masing peserta didik. Guru cukup menyampaikan pembelajaran berdasarkan materi yang ada di buku untuk diberikan kepada peserta didik. Perspektif saya terhadap kemampuan peserta didik adalah bahwa masing-masing dari mereka memiliki kemampuan dan potensi yang homogen/sama antara satu sama lain. Sedangkan yang menjadi pembeda adalah usaha dan kesungguhan mereka (peserta didik) untuk belajar. Saya juga tidak memiliki gambaran akan pengaruh perspektif sosiokultural di sekitar lingkungan peserta didik terhadap pembentukan karakteristik dan sudut pandang mereka terhadap pendidikan. Pemahaman saya lalu berubah ketika saya me...

Refleksi Status Sosial Ekonomi dalam Perspektif Sosiokultural dan Kaitannya dengan Pendidikan Indonesia.

Gambar
Oleh, Nur Afni Safarina Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 Dalam penyelenggaraan pendidikan, faktor sosial, budaya, politik, dan ekonomi berperan penting dalam kontribusi terhadap pembentukan karakteristik peserta didik dan kondisi lingkungan belajar di sekitarnya. Masing-masing daerah, dengan ciri khasnya masing-masing tentu memerlukan pendekatan yang berbeda dalam sistem penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di dalamnya. Setiap budaya memiliki situasi psikologis tersendiri yang sedikit banyak mempengaruhi fungsi kognitif menjadi spesifik bagi masing-masing individu. Pendidikan dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang sangat erat, di mana pendidikan dan kebudayaan berbicara pada tataran yang sama, yaitu nilai-nilai.  Dengan mempelajari perspektif sosiokultural. maka seorang pendidik dapat lebih bijak dalam memandang setiap perbedaan/ciri khas/karakteristik peserta didik sebagai dampak dari faktor-faktor-faktor di sekelilingnya. Selain itu, pendidik juga dapa...