Refleksi Perspektif Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik dalam Pembelajaran
Sebelumnya saya berpikir bahwa perspektif sosiokultural tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, setelah saya memahami lebih lanjut saya menyadari bahwa perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia, terutama dalam proses pembelajaran yakni sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan belajar peserta didik. Hal ini dikarenakan peserta didik mengembangkan kompetensi melalui berbagai pola interaksi orang dewasa-anak yang dipengaruhi oleh status sosial ekonomi (SES) berdasarkan Cultural Historical Activity Theory (CHAT).
Pelaksanakan proses pembelajaran dikelas perlu memperhatikan status sosial ekonomi peserta didik. Pendidik dapat merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, budaya mereka, konteks sosial sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran di Indonesia, konsep teori sosiokultural terutama yang berkaitan status sosial ekonomi diterapkan kedalam kurikulum merdeka yang konteks pengajaran dan pembelajarannya berpihak pada peserta didik. Khususnya, pada proses pelaksanaan pengajaran di kelas, memahami SES peserta didik menjadi penting karena dengan itu saya dapat mengetahui lingkungan tumbuh disekitar peserta didik yang mempengaruhi perspektif dan komitmen mereka akan pendidikan. Sehingga dengan bekal pengetahuan tersebut saya juga dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk membantu peserta didik tumbuh dan berkembang.
Saya memperoleh pemahaman bahwa pendidikan serta pengajaran di Indonesia yang memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik akan memberikan perubahan besar pada kemampuan belajar peserta didik. Dengan melihat faktor-faktor tersebut, pendidik akan menuntun peserta didik untuk merdeka dalam belajar. yaitu, belajar sesuai dengan apa yang ada di dalam diri peserta didik serta lingkungan sekitar. Hal tersebut menjadikan pembelajaran lebih efektif untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.
Interaksi orang dewasa dalam perespektif sosiokultural dapat mengembangkan dan meningkatkan kompetensi anak. Status sosial ekonomi (SES) berdasarkan Cultural Historical Activity Theory (CHAT) dapat mempengaruhi sudut pandang peserta didik dalam memaknai pentingnya belajar. Pengaruh status sosiekonomi dalam membentuk lingkungan di sekitar individu, juga ikut mempengaruhi pola interaksi dan sudut pandangnya terhadap makna dan nilai pendidikan. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh peserta didik saja, melainkan juga dialami guru sebagai seorang pendidik. Selain itu, perspektif sosial, ekonomi, budaya, dan politik juga dapat mengubah pola pembelajaran menjadi lebih berpihak pada peserta didik. Selanjutnya, meskipun peran lingkungan memegang peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, lingkungan pendidikan (sekolah) juga bisa jadi turut mengubah nilai-nilai individu menjadi karakter yang menginternalisasi budaya sekolah.
Kaitan perspektif sosial, ekonomi, budaya, dan
politik dalam pembelajaran dengan mata kuliah lain adalah :
· Filosofi Pendidikan, dengan
memperhatikan kodrat zaman dan kodrat alam yang ada pada peserta didik selaras
dengan pendekatan CHAT pada sosiokultural bahwa peserta didik dapat mempunyai
pendidikan yang setara satu dengan lainnya
· Pemahaman Peserta Didik, pada penyusunan
RPL diharapkan memperhatikan analisis kebutuhan yang di dalamnya terdapat
status sosial ekonomi dan pola interaksi orang tua dan siswa saat di rumah
· Pembelajaran Berdiferensiasi, dari
adanya aspek konten, proses, hasil dan lingkungan belajar dalam pembelajaran
berdiferensiasi dapat menjadikan perbedaan sosiokultural yang ada pada peserta
didik dapat memperoleh perkembangan belajar yang optimal
· Asesmen, hasil analisis kebutuhan
mencakup status sosial ekonomi, budaya, pribadi dapat menjadi acuan dalam
penyusunan RPL sehingga dapat menentukan teknik yang tepat.
Setelah memahami konsep teori sosiokultural terutama
mengenai status sosioekonomi dan bagaimana pengaruhnya terhadap perspektif peserta
didik tentang pendidikan, manfaat yang saya peroleh adalah meningkatkan kesiapan
mengajar sebagai guru. Saya merasa semakin bersemangat menyiapkan diri saya
sebagai guru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar peserta didik. Sebagai
calon guru, mempelajari teori sosiokultural berperan penting dalam
mengembangkan sudut pandang saya terhadap karakteristik dan kebutuhan peserta
didik. Selain itu, saya juga dapat menjadikan perspektif-perspektif
sosiokultural peserta didik sebagai bahan untuk menyajikan suatu pembelajaran
yang menyesuaikan karakteristik peserta didik, selain itu pendidik juga dapat
memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai bahan dan media pembelajaran peserta
didik.
Saya
masih perlu mengembangkan diri saya untuk menjadi guru yang
inovatif kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang mempertimbangkan
perspektif sosiokultural karena setiap peserta didik memerlukan pendekatan yang
berbeda dalam sistem penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di dalamnya. Untuk
bisa menerapkan pembelajaran dengan perspektif sosiokultural ini secara optimal
maka saya perlu mengenal lebih jauh latar belakang peserta didik serta
bagaimana perspektif sosiokultural disekitarnya berpengaruh terhadap
perkembangannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan analisis kebutuhan siswa terlebih
dahulu dapat dengan penyebaran angket, observasi, maupun wawancara. Saya juga perlu menambah pengetahuan dan meningkatkan
keterampilan saya dalam memberikan pengajaran yang kreatif dan inovatif dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik yang beragam dengan sumber bacaaan yang sesuai dengan
perspektif sosiokultural dan mengikuti seminar dan pelatihan yang berhubungan
dengan perspektif sosiokultural khususnya pada pendekatan dan metode
pembelajaran.

Komentar
Posting Komentar